Selasa, 05 Juni 2012

DASAR DASAR MANAJEMEN


1.  Pengertian dari (sumberdaya dan fungsi) :
a.   Manajemen, adalah penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit maupun non profit.
Fungsi dari manajemen adalah :
1.     Planning (rencana)
2.    Organizing (organisir)
3.    Actuating, Commanding, Coordinating, Leading, Influencing
4.    Directing, Motivating
5.    Controlling (kendali)
Unsur-unsur manajemen :
1.     Men
2.    Money
3.    Methods
4.    Materials
5.    Machines
6.    Market
b.  Organisasi, adalah :
ü  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
ü  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
ü  Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
ü  Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Karakteristik organisasi :



Contoh organisasi
a.    Organisasi pemerintahan : Negara, kementrian, Ditjen/badan, direktorat, bagian, subbagian/seksi, subseksi.
b.    Organisasi Politik              :         PD,PG,PDI-P
c.    Organisasi Masyarakat      :         FPI, FBR, FORKABI, PP
d.    Organisasi Profesi             :        IDI, PGRI, PDGI
e.    Organisasi Bisnis               :         PT, CU, Firma, UD, CV

c.   Manajer, adalah seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaannya tersebut supaya semua pekerjaan dikoordinasi dengan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


berikut merupakan empat (4) cara menjadi manajer :
1)    Warisan atau pelanjut usaha keluarga
2)   Diangkat
3)   Dipilih
4)   Mengangkat

a.  
Otak : Konseptual
Profil Manajer
Anggota badan & panca indra : twechnical skill dan menguasai skill




7


Jantung :
Human Skill
 


Human skill      : wataknya astha brata, eprilaku memberi teladan, semangat dan kekuatan
Konseptual Skill : ilmu manajemen, kemampuan berfikir dan memahami hal-hal yang bersifat abstrak dan kompleks
Manajer yang baik adalah orang yang menguasai ilmu manajer inner beauty manajer (Astha Brata) :
o  Bumi : Murah hati, suka beramal, dan selalu berusaha untuk tidak mengecewakanbawahan.
o  Angin   : Menyejukan dan memberi rasa nyaman secara adil kepada bawahan.
o  Lautan : Kasih sayang tanpa batas dan pemaaf
o  Air       : Menolong dan memberi nasihat/ masukan bawahan yang dalam kesulitan
o  Bulan    : Mendorang dan membangkitkan semangat bawahan ketika sedang menderita.
o  Matahari : Menumbuhkan daya hidup dan memberi bekal akhir(lahir batin) untuk berkarya
o  Langit   : memberi keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, sabar, mampu menampung berbagai pendapat bawahan yang beraneka ragam
o  Bintang : Menjadi teladan, tidak ragu menjalankan keputusan yang telah disepakati,tidak mudah terpengaruh.
o  Api         : Berwibawa,tegas dan tuntasdalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

b.  Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.


1.  Pemikiran awal manajemen
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
2.    Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
3.    Era modern
Era modern ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
4.    Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
5.    Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada “prinsip pareto.” Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan.


Pendekatan utama ilmu Manajemen
o   Pendakatan klasik
F.W Toylor : 1911 principless of scintific manajemen
o   Pendekatan kuantitatif
Dibagi atas dua, yakni teknik kuantitatif dan TQM
o   Pendekatan Perilaku
Mengelola organisasi adalah mengelola orang, memotivasi, memimpin,membangun kepercayaan, bekerja dalam tim, mengelola konflik.
o   Pendekatan Kontemporer
·   Pendekatan sistem
·   Pendekatan situasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar