1. Pengertian dari (sumberdaya dan fungsi)
:
a.
Manajemen,
adalah
penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi
dalam berbagai tipe organisasi profit
maupun non profit.
Fungsi dari manajemen adalah :
1. Planning
(rencana)
2. Organizing
(organisir)
3. Actuating,
Commanding, Coordinating, Leading, Influencing
4. Directing,
Motivating
5. Controlling
(kendali)
Unsur-unsur
manajemen :
1. Men
2. Money
3. Methods
4. Materials
5. Machines
6. Market
b. Organisasi, adalah :
ü
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola
hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan
mengejar tujuan bersama.
ü
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
ü
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan
suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
ü
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif
dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Karakteristik organisasi :
Contoh organisasi
a. Organisasi
pemerintahan : Negara, kementrian,
Ditjen/badan, direktorat, bagian, subbagian/seksi, subseksi.
b. Organisasi
Politik : PD,PG,PDI-P
c. Organisasi
Masyarakat : FPI, FBR, FORKABI, PP
d. Organisasi
Profesi : IDI, PGRI, PDGI
e. Organisasi
Bisnis : PT,
CU, Firma, UD, CV
c.
Manajer,
adalah
seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaannya
tersebut supaya semua pekerjaan dikoordinasi dengan baik untuk mencapai tujuan
yang diinginkan.
berikut merupakan empat (4) cara menjadi manajer :
1) Warisan
atau pelanjut usaha keluarga
2) Diangkat
3) Dipilih
4) Mengangkat
a.
|
Otak : Konseptual
|
|
Anggota badan & panca indra : twechnical skill dan
menguasai skill
7
|
|
Jantung :
Human Skill
|
Human
skill :
wataknya astha brata, eprilaku memberi teladan, semangat dan kekuatan
Konseptual
Skill : ilmu manajemen, kemampuan berfikir dan memahami hal-hal
yang bersifat abstrak dan kompleks
Manajer
yang baik adalah orang yang menguasai ilmu manajer inner beauty manajer (Astha
Brata) :
o Bumi
: Murah hati, suka beramal, dan selalu berusaha untuk tidak mengecewakanbawahan.
o Angin : Menyejukan dan memberi rasa nyaman secara
adil kepada bawahan.
o Lautan
: Kasih sayang tanpa batas dan pemaaf
o Air : Menolong dan memberi nasihat/ masukan
bawahan yang dalam kesulitan
o Bulan
: Mendorang dan membangkitkan semangat
bawahan ketika sedang menderita.
o Matahari
: Menumbuhkan daya hidup dan memberi bekal akhir(lahir batin) untuk berkarya
o Langit
: memberi keluasan batin dan kemampuan
mengendalikan diri yang kuat, sabar, mampu menampung berbagai pendapat bawahan yang
beraneka ragam
o Bintang
: Menjadi teladan, tidak ragu menjalankan keputusan yang telah disepakati,tidak
mudah terpengaruh.
o Api : Berwibawa,tegas dan tuntasdalam
menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
b. Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen
Banyak
kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa
ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan
dengan adanya piramida di Mesir. Piramida
tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza
tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa
sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan,
mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para
pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala
sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
1. Pemikiran
awal manajemen
Sebelum
abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa
pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation.
Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh
organisasi dari pembagian kerja (division of labor),
yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang.
Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan
bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan
peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi,
jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan,
sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith
menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1)
meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu
yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan
lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
2.
Peristiwa penting kedua yang
mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan
mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan
produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan
ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat
membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan
baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan
lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
3.
Era modern
Era
modern ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total
quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh
beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming
(1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
4.
Deming,
orang Amerika, dianggap
sebagai Bapak Kontrol Kualitas di
Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan
berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya
meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia
berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena
berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan
pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas
meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga;
(4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis;
(5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk
meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
5.
Kontribusi kedua datang dari Joseph
Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang
sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada “prinsip pareto.” Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi
manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran
mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas
yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan
diimplementasikan.
Pendekatan
utama ilmu Manajemen
o
Pendakatan klasik
F.W Toylor : 1911 principless of scintific manajemen
o
Pendekatan kuantitatif
Dibagi atas dua, yakni teknik kuantitatif dan TQM
o
Pendekatan Perilaku
Mengelola organisasi adalah mengelola orang, memotivasi,
memimpin,membangun kepercayaan, bekerja dalam tim, mengelola konflik.
o
Pendekatan Kontemporer
·
Pendekatan sistem
·
Pendekatan situasional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar