Selasa, 05 Juni 2012

FISIOLOGI HEWAN AIR - IKAN LAYUR

BAB I
Pendahuluan

Layur (Trichiurus lepturus) merupakan ikan laut yang mudah dikenal dari bentuknya yang panjang dan ramping. Ikan ini tersebar di banyak perairan dunia. Jenis yang ditemukan di Pasifik dan Atlantik merupakan populasi yang berbeda.
Ikan layur adalah salah satu jenis ikan demersal ekonomis penting yang banyak tersebar dan tertangkap di perairan Indonesia. Dewasa ini paling tidak terdapat tiga jenis ikan layur, yaitu Eupluerogrammus muticus, Trichiurus lepturus dan Lepturacanthus savala. Perairan dengan dasar yang relatif rata dan berlumpur dengan salinitas yang relatif rendah biasanya merupakan habitat ikan layur. Dari beberapa pengamatan tentang sebaran ikan layur di pantai selatan Jawa diperoleh informasi bahwa ikan layur di Teluk Pelabuhan Ratu-Binuangeun dan Cilacap umpamanya, tertangkap pada perairan pantai di sekitar muara-muara sungai yang relatif dangkal.
Layur mudah dijumpai di tempat penjualan ikan di Indonesia. Ia juga menjadi ikan umpan. Orang Jepang menyebutnya tachiuo dan memakannya mentah (sebagai sashimi) atau dibakar. Orang Korea menyebutnya galchi dan mengolahnya dengan digoreng atau dibakar. Ikan ini disukai karena dagingnya yang kenyal, tidak terlalu amis, tidak berminyak, serta mudah dilepas tulangnya.  Ikan ini sebagai salah satu lauk pauk yang digemari oleh masyarakat Korea sering dihidangkan dengan digoreng atau dimasak dengan bubuk cabe merah dan sedikit kuah. Terutama ikan Galchi yang baru ditangkap di laut dimasak dengan lobak yang baru dipanen, rasanya sangat enak, membuat kita bisa menghabiskan satu mangkuk nasi.



BAB II
Pembahasan

A.      Morfologi Ikan Layur
Ikan layur memiliki panjang badan maksimum mencapai 2,5 m dan pada umumnya memiliki panjang antara 60 cm hingga 110 cm, dengan berat maksimum tercatat 5 kg dan usia mencapai 15 tahun.
Deskripsi singkat mengenai morfologi ikan layur menurut Nakamura pada tahun 1993 yang dikutip dalam fishbase.com adalah sebagai berikut :
·      Memiliki jari – jari sirip punggung III, (Dorsal soft rays) total 130 hingga 135
·      Memiliki jari – jari sirip dubur, (Anal soft rays) total 100 hingga 105
·      Memiliki tubuh yang sangat memanjang, kompres dan lancip ke satu titik dan pipih seperti pita (sehingga, kebanyakan orang menyebutnya dengan ribbon fish)
·      Memiliki sirip punggung yang memanjang, mulai dari belakang kepala sampai mendekati ujung ekor dan juga tidak bergerigi
·      Sirip ekor (caudal fins) tidak ada
·      Secara spesifik ikan layur berwarna seperti baja biru atau perak ketika segar, dan warna akan berubah menjadi abu – abu keperakan atau keungu – unguan setelah ikan mati
Ikan layur dapat dikatakan memiliki perut dan atau tidak memiliki perut, hal ini dikarenakan perutnya berubah menjadi alat berupa sisik. Sirip dadanya kecil, sedangkan sirip dubur berjari – jari keras. Dan sirip ekornya kecil atau dapat juga dikatakan tidak ada sirip ekor. Serta jumlah tulang belakang 100 hingga 160 ruas (Alamsjah dan Ridwan, 1980 dalam Suhardini, 1993.
Kedua rahang ikan layur ini dilengkapi dengan gigi yang kuat sehingga mangsa dapat dengan mudah ditangkap. Rahang bawahnya lebih menonjol dibandingkan dengan rahang atasnya. Siripnya berwarna sedikit kekuningan atau kuning dengan pinggiran gelap (Saanin, 1984).
Pada bagian depan sirip punggung terdapat jari-jari sirip keras. Kadang-kadang antara kedua sirip punggung yang keras dan sirip lemah terdapat notch yang sangat jelas. Warna badannya pada umumnya adalah keperakan, bagian punggungnya agak sedikit gelap.

B.       Kebiasaan Pakan Ikan Layur
Ikan layur merupakan ikan predator yang kebiasaan makanannya adalah hewan – hewan berukuran kecil meliputi euphausid (udang – udang berukuran kecil), ikan – ikan berukuran kecil, dan cumi – cumi berukuran kecil.
Ikan layur bersifat ‘voracious’ atau sangat ‘rakus’, sehingga dalam suatu komunitas tertentu ikan layur dapat merupakan ‘top predator’ yang memperebutkan makanannya berupa ikan-ikan berukuran kecil dengan ikan-ikan predator lainnya.
Perilaku kebiasaan makan ikan layur dewasa dan layur anakannya (yuwana, juvenile) berhubungan erat dengan kebiasaan migrasi vertikal (diurnal – siang; nocturnal - malam) mempunyai sifat yang berlawanan, seeperti :
·      Pada siang hari layur dewasa biasanya bermigrasi vertikal ke dekat permukaan untuk mencari makan dan kembali bermigrasi ke dasar perairan pada malam hari
·      Ikan layur anakannya yang berukuran kecil akan membentuk gerombolan (schooling) mulai dari dasar sampai ke dekat permukaan pada siang hari dan pada malam hari menyebar dan mengelompok untuk mencari makan sampai kedekat permukaan



C.       Habitat Ikan Layur
Perairan dengan dasar yang relatif rata dan berlumpur dengan salinitas yang relatif rendah biasanya merupakan habitat ikan layur.
Dari beberapa pengamatan tentang sebaran ikan layur di pantai selatan Jawa diperoleh informasi bahwa ikan layur di Teluk Pelabuhan Ratu-Binuangeun dan Cilacap misalnya, tertangkap pada perairan pantai di sekitar muara-muara sungai yang relatif dangkal.

D.      Gambar Ikan Layur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHfyyfDxSdipindgTIpJYq9X96yKXUj4u-UXCHibC6T85Azh7jo6UQOcv3IAXlsYyPZFoD3Kdyz2MO3xRuUiEDICrxsuaVHvbdzaG_2e7qqbVPIVZfk9lhVpy7bGZqunDaBFSNkxhRnw4S/s640/a1.jpg
E.       Klasifikasi Ikan Layur
Berikut merupakan klasifikasi ilmiah dari ikan layur :
Kerajaan               : Animalia
Filum                    : Chordata
Ordo                     : Perciformes
Famili                   : Trichiuridae
Genus                   : Trichiurus
Spesies                 : T. lepturus
Nama binomial     : Trichiurus lepturus
(Linnaeus, 1758)

F.        Nama Lokal
Layur (PPP Labuan Banten), layur (PPN Tual), Layur (PPN Kejawanan), LAYUR (PPS Belawan), Ikan Layur (PP BARELANG), Layur (PPP Karangantu), layuru (PPS Kendari), Layur (PPP Teluk Batang), Layur (Pelabuhan Perikanan Banjarmasin), Layur (PPN Pelabuhanratu), Layur (PPP Tegalsari), Layur (PPS Cilacap), Layur (PPN Prigi), LAYUR (UPPPP Mayangan), Layur (PPP Morodemak), Layur (PPP Bajomulyo), Layur (UPPPP Pondokdadap), layur (PPN Pemangkat), LAYUR (PPN Pekalongan), Layur (PPN Ambon), Baledang (PPS Bungus), Layur (PPN Brondong), Baledang (PPN Sibolga), Layur (PPS Nizam Zachman), LAYUR (PPN Pengambengan),


G.      Daerah Penyebaran Ikan Layur
Daerah penyebaran ikan layur ini yaitu pada perairan pantai seluruh Indonesia, seperti Tuban, Lawang, Jampang, Pelabuhan Ratu, Cibanteng, Ujung Genteng dan Sukawayana. Jenis yang banyak ditemukan di pantai-pantai Jawa adalah dari jenis Trichiurus haumela, sedangkan jenis Trichiurus savala banyak ditemukan di muara-muara sungai di Sumatera (herianti, 1982). Selain itu ikan layur juga terdapat di perairan Jepang, Philipina, Teluk Benggala, Teluk Siam, Sepanjang Laut Cina Selatan hingga pantai utara Australia. Juga tersebar luas di perairan danggak di Afrika Selatan (Ditjen Perikanan, 1979).








BAB III
Penutup

A.      Kesimpulan
Ikan layur merupakan suatu spesies ikan yang mungkin tidak begitu familiar di telinga orang banyak. Bentuknya yang pipih dan terlihat seperti pita menjadikannya paling mudah dibedakan meskipun ketika berada di dalam air. Meskipun dagingnya hanya sedikit, namun banyak orang yanng menyukai ikan ini, hal ini dikarenakan tekstur dagingnya yang lembut serta durinya hanya sedikit.
Ikan layur dapat dengan mudah ditemukan di berbagai perairan di Indonesia. Terutama di perairan dengan dasar yang relatif rata dan berlumpur dengan salinitas yang relatif rendah.
Mereka merupakan predator yang kebiasaan makanannya adalah hewan – hewan berukuran kecil meliputi euphausid (udang – udang berukuran kecil), ikan – ikan berukuran kecil, dan cumi – cumi berukuran kecil. Ikan layur bersifat ‘voracious’ atau sangat ‘rakus’, sehingga dalam suatu komunitas tertentu ikan layur dapat merupakan ‘top predator’ yang memperebutkan makanannya berupa ikan-ikan berukuran kecil dengan ikan-ikan predator lainnya.

B.       Saran
Ikan layur merupakan salah satu komoditas penangkapan yang cukup tinggi di Indonesia. Hal ini dikarenakan di seluruh wilayah perairan Indonesia, kita dapat menemui dengan mudah ikan layur. Jika ini dijadikan salah satu prioritas, maka pasar Indonesia tidak akan kehabisan stok ikan untuk di ekspor.



Daftar Pustaka

DASAR DASAR MANAJEMEN


1.  Pengertian dari (sumberdaya dan fungsi) :
a.   Manajemen, adalah penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit maupun non profit.
Fungsi dari manajemen adalah :
1.     Planning (rencana)
2.    Organizing (organisir)
3.    Actuating, Commanding, Coordinating, Leading, Influencing
4.    Directing, Motivating
5.    Controlling (kendali)
Unsur-unsur manajemen :
1.     Men
2.    Money
3.    Methods
4.    Materials
5.    Machines
6.    Market
b.  Organisasi, adalah :
ü  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
ü  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
ü  Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
ü  Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Karakteristik organisasi :



Contoh organisasi
a.    Organisasi pemerintahan : Negara, kementrian, Ditjen/badan, direktorat, bagian, subbagian/seksi, subseksi.
b.    Organisasi Politik              :         PD,PG,PDI-P
c.    Organisasi Masyarakat      :         FPI, FBR, FORKABI, PP
d.    Organisasi Profesi             :        IDI, PGRI, PDGI
e.    Organisasi Bisnis               :         PT, CU, Firma, UD, CV

c.   Manajer, adalah seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaannya tersebut supaya semua pekerjaan dikoordinasi dengan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


berikut merupakan empat (4) cara menjadi manajer :
1)    Warisan atau pelanjut usaha keluarga
2)   Diangkat
3)   Dipilih
4)   Mengangkat

a.  
Otak : Konseptual
Profil Manajer
Anggota badan & panca indra : twechnical skill dan menguasai skill




7


Jantung :
Human Skill
 


Human skill      : wataknya astha brata, eprilaku memberi teladan, semangat dan kekuatan
Konseptual Skill : ilmu manajemen, kemampuan berfikir dan memahami hal-hal yang bersifat abstrak dan kompleks
Manajer yang baik adalah orang yang menguasai ilmu manajer inner beauty manajer (Astha Brata) :
o  Bumi : Murah hati, suka beramal, dan selalu berusaha untuk tidak mengecewakanbawahan.
o  Angin   : Menyejukan dan memberi rasa nyaman secara adil kepada bawahan.
o  Lautan : Kasih sayang tanpa batas dan pemaaf
o  Air       : Menolong dan memberi nasihat/ masukan bawahan yang dalam kesulitan
o  Bulan    : Mendorang dan membangkitkan semangat bawahan ketika sedang menderita.
o  Matahari : Menumbuhkan daya hidup dan memberi bekal akhir(lahir batin) untuk berkarya
o  Langit   : memberi keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, sabar, mampu menampung berbagai pendapat bawahan yang beraneka ragam
o  Bintang : Menjadi teladan, tidak ragu menjalankan keputusan yang telah disepakati,tidak mudah terpengaruh.
o  Api         : Berwibawa,tegas dan tuntasdalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

b.  Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.


1.  Pemikiran awal manajemen
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
2.    Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
3.    Era modern
Era modern ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
4.    Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
5.    Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada “prinsip pareto.” Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan.


Pendekatan utama ilmu Manajemen
o   Pendakatan klasik
F.W Toylor : 1911 principless of scintific manajemen
o   Pendekatan kuantitatif
Dibagi atas dua, yakni teknik kuantitatif dan TQM
o   Pendekatan Perilaku
Mengelola organisasi adalah mengelola orang, memotivasi, memimpin,membangun kepercayaan, bekerja dalam tim, mengelola konflik.
o   Pendekatan Kontemporer
·   Pendekatan sistem
·   Pendekatan situasional